Asosiasi Toko Taruhan Olahraga Dominika (ADOBAD) mempertimbangkan perlunya pembahasan kembali tentang Undang-Undang Perjudian Umum di Republik Dominika. Keprihatinan ini timbul setelah Komisi Nasional Balap Kuda (CHN) mengumumkan penerbitan 29.100 izin untuk balap kuda virtual. Bersama Asosiasi Nasional Toko Taruhan Olahraga (Asonabade), ADOBAD berpendapat bahwa jumlah lisensi tersebut jauh lebih besar dari seharusnya.
Kekhawatiran ADOBAD atas Perkembangan Perjudian Virtual
ADOBAD menilai bahwa pengesahan undang-undang ini dalam bentuknya yang sekarang bisa mempercepat masuknya perjudian elektronik dan virtual di Dominika. Ketua ADOBAD menunjukkan bahwa banyaknya lisensi yang sudah diterbitkan bisa menjadi indikasi dari apa yang mungkin terjadi dalam sistem regulasi yang lebih longgar. Ini bisa menjadi peringatan jika undang-undang baru yang lebih memperbolehkan, termasuk kasino digital yang mudah diakses oleh kalangan muda, diberlakukan.
Keraguan atas Validitas Lisensi
ADOBAD juga mempertanyakan ketepatan jumlah lisensi yang diberikan kepada toko lotere umum. Keraguan ini bisa membuka jalan bagi aktivitas perjudian yang tidak dikontrol sebagaimana mestinya menurut pandangan ADOBAD. Komisi Nasional Balap Kuda menegaskan bahwa segala aktivitas mereka berada dalam kerangka hukum saat ini, khususnya berdasarkan Keputusan 480-19, yang mengatur tentang permainan balap kuda virtual sebagai permainan elektronik yang dioperasikan melalui terminal berizin dari komisi.
Revisi oleh Lembaga Legislatif
Kontroversi ini timbul ketika Senat Dominika sedang menyusun aturan untuk membentuk Direktorat Jenderal Gaming guna mengatur industri perjudian dan taruhan. Rencana ini bertujuan untuk merombak distribusi wewenang regulasi di antara lembaga pemerintah, serta menyediakan aturan baru untuk pasar perjudian konvensional dan modern. ADOBAD turut andil dalam proses legislatif ini, menguatkan debat seputar lisensi dan pengawasan perjudian virtual.
Penutupan
ADOBAD terus mendorong agar Undang-Undang Perjudian Umum ditelaah secara seksama, terutama dalam konteks peningkatan perizinan dan perluasan perjudian virtual. Sebagai organisasi yang peduli dengan dampak negatif perjudian, ADOBAD ingin memastikan agar regulasi bisa mengakomodasi perubahan yang terjadi dalam industri perjudian digital. Harapannya, dengan pembahasan yang intensif, Senat bisa mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan regulasi perjudian di Republik Dominika.